LAMPUNG UTARA,— Upaya konfirmasi terkait dugaan kasus perundungan (bullying) di lingkungan Pondok Pesantren Wali Songo, Kabupaten Lampung Utara, belum membuahkan hasil. Pihak pengelola yayasan belum memberikan keterangan resmi hingga Selasa (16/9/2026).
Dugaan perundungan tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi di lingkungan pondok pesantren. Dalam penelusuran awal di lokasi, wartawan mendapati informasi bahwa M. Ropi merupakan pihak yang bertugas sebagai sekuriti di lingkungan tersebut. Keberadaannya diketahui saat orang tua dan kakek korban berada di lokasi.
Saat dimintai keterangan mengenai kronologi kejadian, Ropi menyatakan pihaknya tidak dapat memberikan informasi tanpa izin pimpinan yayasan.
“Siapa saja dari media yang datang, kami tidak memberikan informasi, kecuali atas izin Pak Komarudin selaku Ketua Yayasan,” ujar Ropi kepada wartawan di lokasi, Selasa (16/9/2026).
Wartawan kemudian berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Ketua Yayasan Ponpes Wali Songo, Komarudin. Namun, menurut Ropi setelah melakukan komunikasi telepon dengan Komarudin, akses media ke dalam lingkungan pondok belum diperkenankan.
“Pak Komarudin mengatakan tidak boleh ada yang masuk karena masalah tersebut sudah di Polres,” kata Ropi menyampaikan pesan Komarudin.
Hingga berita ini diterbitkan, Komarudin selaku Ketua Yayasan belum memberikan keterangan secara langsung. Upaya redaksi untuk melakukan wawancara dan klarifikasi terkait dugaan bullying maupun langkah penanganan yang dilakukan pihak yayasan masih terus dilakukan.
Sementara itu, terkait pernyataan bahwa perkara tersebut sudah berada di Polres, redaksi juga akan melakukan konfirmasi kepada pihak Polres Lampung Utara untuk memastikan status penanganan laporan tersebut.
Dugaan bullying tersebut masih memerlukan klarifikasi menyeluruh dari seluruh pihak terkait, termasuk keluarga korban, pihak pengelola pondok pesantren, serta aparat penegak hukum.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak Yayasan Ponpes Wali Songo sesuai Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Reporter: Tim




























