MERANGIN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), salah satunya melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Bangko, Rabu (7/10).
Kegiatan pembinaan kali ini mengangkat tema “Bersabar untuk Menuju Kesuksesan” dengan menghadirkan Ust. Jupiter dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Merangin sebagai pemateri.
Dalam tausiyahnya, Ust. Jupiter menyampaikan pentingnya menanamkan kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. Menurutnya, kesuksesan tidak selalu diperoleh secara instan, tetapi membutuhkan ketekunan, keikhlasan, serta kesungguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Bagi WBP, nilai kesabaran menjadi bagian penting dalam menjalani proses pembinaan. Masa menjalani pidana diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatan yang telah dilakukan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikhoni, mengatakan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan WBP. Menurutnya, penguatan mental dan spiritual diharapkan dapat membantu WBP membangun pola pikir yang lebih positif serta meningkatkan kesadaran untuk memperbaiki diri.
“Pembinaan keagamaan ini merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, WBP dapat memperkuat keimanan, belajar bersabar dalam menghadapi setiap proses, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Syaikhoni.
Ia menambahkan, Lapas Bangko akan terus mendorong pelaksanaan berbagai program pembinaan yang dapat memberikan manfaat bagi WBP, baik dari aspek kepribadian, mental, spiritual maupun keterampilan.
“Harapan kami, setelah selesai menjalani masa pidana, WBP dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa bekal perubahan yang positif, memiliki kepercayaan diri, serta mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti WBP dengan penuh perhatian. Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Bangko berupaya memberikan penguatan mental dan spiritual agar WBP memiliki bekal positif dalam menjalani kehidupan.
Pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Bangko dalam mewujudkan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga membangun kesadaran, karakter, dan nilai-nilai keagamaan WBP sebagai bekal untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat. (Ady Lubis)




























