EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan Bupati Empat Lawang menggelar acara open house di Hotel Arista, Palembang.
Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan informasi yang tidak benar sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat terkait agenda resmi pimpinan daerah di Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan.
Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Empat Lawang, Aldiwan Haira Putra, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar alias hoaks.
“Kami sampaikan secara resmi bahwa Bapak Bupati Empat Lawang tidak mengadakan agenda open house di Hotel Arista, Palembang. Keberadaan jajaran di lokasi tersebut hanya sebagai titik kumpul Forkopimda dan OPD sebelum menghadiri open house Gubernur Sumatera Selatan di Griya Agung yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB,” tegas Aldiwan, Senin (23/03).
Ia menjelaskan, Hotel Arista hanya digunakan sebagai titik koordinasi untuk mempermudah mobilisasi rombongan sebelum berangkat bersama menuju Griya Agung dalam rangka memenuhi undangan resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Setelah menghadiri kegiatan tersebut, Bupati Empat Lawang langsung menuju kediaman pribadinya di kawasan Pipa Reja, Palembang, untuk melaksanakan agenda internal keluarga. Tidak ada kegiatan open house maupun penerimaan tamu umum di hotel sebagaimana isu yang beredar.
Keterangan ini juga diperkuat oleh warga setempat di kawasan Pipa Reja, Palembang. Ari, salah satu warga yang tinggal di sekitar kediaman pribadi Bupati, membenarkan bahwa setelah kegiatan di Griya Agung, Bupati hanya bersilaturahmi secara terbatas dengan warga sekitar.
Ia juga menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Sepertinya akun-akun tidak jelas sengaja membuat berita bohong hanya untuk kepentingan views dan keuntungan semata. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Diskominfo Empat Lawang sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang berasal dari sumber tidak resmi atau belum terverifikasi.
Masyarakat diharapkan selalu merujuk pada kanal informasi resmi pemerintah guna memastikan kebenaran suatu berita.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Mari kita jaga suasana Idulfitri dengan penuh kedamaian serta informasi yang menyejukkan,” tutup Aldiwan.
(Yan-Cs)





























