MERANGIN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko menggelar penutupan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 Hijriah, Kamis (12/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Bangko ini merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama bulan suci Ramadhan.
Pesantren Kilat Ramadhan tahun ini mengangkat tema “Pelatihan Pengurusan Jenazah”, yang bertujuan memberikan pemahaman sekaligus keterampilan kepada para warga binaan mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam. Materi yang diberikan meliputi proses memandikan jenazah, mengkafani, menyalatkan hingga tata cara pemakaman.
Kegiatan penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran petugas Lapas Kelas IIB Bangko, perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin, serta para warga binaan yang mengikuti kegiatan pesantren kilat tersebut.
Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Heri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan sebagai salah satu bentuk pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta meningkatkan kesadaran spiritual para WBP.
“Melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan ini diharapkan para warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Heri.
Sementara itu, kegiatan secara resmi ditutup oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin, H. Khusaini. Dalam sambutannya, ia memberikan motivasi kepada para peserta agar terus memperdalam ilmu agama serta menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana untuk memperbaiki diri.
Di akhir kegiatan, panitia juga menyerahkan hadiah kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan dan semangat para warga binaan yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan ilmu yang diperoleh selama pesantren kilat dapat menjadi bekal berharga bagi para warga binaan dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus membentuk pribadi yang lebih baik ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (Ady Lubis)





























