MERNGIN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko terus mengembangkan kegiatan produktif di bengkel kerja (bimker) melalui budidaya maggot dengan memanfaatkan limbah organik berupa sisa sayuran. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara petugas dan peserta magang sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah sekaligus mengembangkan keterampilan dalam bidang budidaya yang ramah lingkungan.
Budidaya maggot tersebut memanfaatkan larva lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) yang dikembangkan dengan menggunakan limbah organik sebagai sumber pakan. Sisa sayuran yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah diolah kembali menjadi bahan yang bermanfaat dan memiliki nilai guna.
Dalam pelaksanaannya, petugas bersama peserta magang bergotong royong menyiapkan sarana budidaya, mengelola media, serta memastikan ketersediaan pakan maggot. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pemanfaatan limbah organik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung dalam mengembangkan praktik budidaya yang produktif dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, menyampaikan bahwa pengembangan budidaya maggot merupakan salah satu upaya untuk mendorong pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan lapas agar memiliki nilai tambah.
“Melalui budidaya maggot ini, kami ingin mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai guna. Kami juga berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan sebagai kegiatan produktif yang mengedepankan kreativitas, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Syaikoni.
Menurutnya, kolaborasi antara petugas dan peserta magang menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kegiatan produktif di lingkungan Lapas Bangko. Melalui kerja sama tersebut, proses berbagi pengetahuan dan pengalaman dapat berjalan secara langsung sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan inovasi sederhana yang bermanfaat.
Selain membantu mengurangi limbah organik, maggot berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk ikan dan ternak. Dengan pengelolaan yang tepat, kegiatan budidaya ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta mendukung pengembangan kegiatan bengkel kerja yang lebih produktif.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Bangko terus berupaya membangun budaya kerja yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemanfaatan sumber daya secara optimal.
Pengembangan budidaya maggot diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik sekaligus memperkuat kegiatan produktif di lingkungan pemasyarakatan. (Ady Lubis)




























