LAMPUNG UTARA, – Polemik dugaan manipulasi data penerima bantuan bedah rumah tahun 2025 di Desa Ogan Jaya, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, yang menyeret dua Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial H dan A, akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari keduanya.
Kepada gerbangsumatera88.co.id, Minggu (4/10/2026), H dan A secara tegas membantah tuduhan bahwa mereka memanipulasi data dengan menggunakan nama kerabat agar lolos sebagai penerima bantuan bedah rumah.
“Terkait dugaan manipulasi data bedah rumah tahun 2025 di Desa Ogan Jaya, Kecamatan Abung Pekurun yang dituduhkan kepada kami H dan A, itu tidak benar. Kami berani bersumpah,” tegas H dan A dalam pernyataan bersama.
Menurut mereka, isu yang beredar di tengah masyarakat tersebut adalah fitnah dan tidak memiliki dasar. Mereka menjelaskan bahwa data penerima bantuan bedah rumah tahun 2025 sepenuhnya merupakan kewenangan dan hasil verifikasi dari Pemerintah Desa Ogan Jaya bersama pihak Kecamatan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lampung Utara.
“Kami sebagai ASN tahu aturan, tidak mungkin kami mengajukan diri atau memanipulasi data untuk mendapatkan bantuan yang memang diperuntukkan bagi warga miskin. Kami tidak pernah mengajukan, apalagi menggunakan data kerabat,” tambah H.
Senada dengan itu, Kepala Desa Ogan Jaya, Hepi, juga telah memberikan klarifikasi sebelumnya bahwa proses pendataan penerima bantuan telah mendahulukan warga yang benar-benar tidak mampu dan rumahnya tidak layak huni.
Camat Abung Pekurun, Darwis Setiabudi, S.E., M.M., yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan pihaknya akan tetap melakukan evaluasi dan monitoring di lapangan untuk memastikan program bedah rumah tahun 2025 di Desa Ogan Jaya tepat sasaran dan transparan.
“Kami akan cek kembali data penerima di lapangan. Jika memang ada temuan yang tidak sesuai, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai aturan,” ujar Camat Darwis.
Dengan adanya pernyataan langsung dari H dan A ini, diharapkan polemik dugaan manipulasi bedah rumah di Desa Ogan Jaya bisa diluruskan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Tim Investigasi – gerbangsumatera88.co.id




























