gerbangsumatera88.co.id- Ketua Komite Wartawan Indonesia Perjuangan(KWIP), Deferi Zan, melontarkan refleksi kritis tentang posisi jurnalis di era modern yang dinilai semakin terjepit antara idealisme dan formalitas kehumasan.
Menurut Deferi, jurnalis hari ini terkadang diposisikan menjadi corong pemerintah, terkadang menjadi alat kehumasan seluruh instansi, dan bahkan dibebani tanggung jawab yang berat karena seorang jurnalis harus siap mempertanggungjawabkan setiap karyanya, baik di dunia maupun di akhirat.
“Jurnalis terkadang jadi corong pemerintah, namun jurnalis terkadang menjadi alat kehumasan seluruh instansi. Jurnalis terkadang dibebani tanggung jawab, karena siap bertanggung jawab dunia maupun akhirat,” ujar Deferi Zan dalam pandangannya, Saptu (03/10/2026).
Deferi mempertanyakan, jika berita yang bersumber dari rilis humas instansi ternyata tidak benar atau tidak sesuai fakta di lapangan, apakah jurnalis yang ikut menyebarkannya juga akan turut menanggung dosa dan tanggung jawabnya?
“Ia kalau berita humas benar, apakah kita sebagai jurnalis akan menanggungnya juga? Karena saat ini sudah modern, berita tinggal comot di Grup WhatsApp instansi yang buat,” sindirnya.
Fenomena “jurnalisme comot grup WA” ini, kata Deferi, telah mengikis marwah jurnalisme itu sendiri. Banyak jurnalis yang hari ini tidak lagi melakukan verifikasi, cek lapangan, dan konfirmasi berimbang, melainkan hanya copy-paste rilis dari grup WhatsApp humas Pemda, Polres, Kejaksaan, atau instansi lainnya.
Padahal, lanjut Deferi, tugas jurnalis bukan sekadar memindahkan tulisan humas ke media, melainkan melakukan verifikasi, pendalaman, dan menghadirkan kebenaran untuk publik.
“Kalau kita hanya comot rilis humas tanpa verifikasi, lalu rilis itu ternyata bohong atau menutupi fakta yang sebenarnya, kita yang berdosa. Kita ikut menyebarkan kebohongan kepada masyarakat. Pertanggungjawabannya bukan hanya di Dewan Pers, tapi sampai ke akhirat,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh insan pers, khususnya yang tergabung dalam Komite Wartawan Indonesia Perjuangan, untuk kembali ke khittah jurnalistik: Independen, kritis, dan berimbang.
“Humas itu tugasnya mencitrakan instansinya agar terlihat baik. Jurnalis tugasnya mencari kebenaran, meskipun pahit. Jangan sampai kita tertukar peran. Kita jurnalis, bukan humas,” pungkas Deferi Zan.
Redaksi – gerbangsumatera88.co.id




























