LAMPUNG UTARA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Utara kembali menggelar Gerakan Serentak Penetrasi Pasar hari kedua di Pasar Sentral Kotabumi pada Kamis (11/6/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga terjangkau.
Dalam operasi pasar murah ini, Dinas Perdagangan menggandeng Bulog Lampung Utara untuk menyalurkan sejumlah komoditas penting sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Adapun rincian logistik yang disediakan meliputi 50 sak beras SPHP kemasan 5 kg, 33 dus minyak goreng Minyakita (total 396 liter), serta 2 dus gula pasir Maniskita (total 48 kilogram).
Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lampung Utara, Hendri, S.H., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program berkelanjutan. Sebelumnya, pada hari Rabu, kegiatan serupa sukses dilaksanakan di Pasar Pagi, dan hari ini berlanjut ke Pasar Sentral Kotabumi sesuai jadwal.
“Dengan adanya kegiatan pasar murah hari kedua di Pasar Sentral ini, kami berharap bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga masyarakat Kotabumi,” ujar Hendri saat memantau lokasi.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan mencegah aksi borong, pihak panitia memberlakukan pembatasan pembelian. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 2 kg gula pasir. Total stok yang disiapkan secara keseluruhan untuk mendukung pergerakan ini mencapai 100 dus minyak goreng, 3 dus gula pasir, dan 50 sak beras SPHP.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Lampung Utara, Frans Tanada, mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan. Pembatasan ini dinilai penting agar stabilitas harga di pasar tradisional lainnya tetap aman dan terkendali.
Jalannya kegiatan ini juga mendapat pengawalan ketat dari aparat penegak hukum. Kanit Ekonomi Sat Intelkam Polres Lampung Utara, Iptu Mursalin, S.H., turut hadir memantau situasi di lapangan. Ia memastikan proses pendistribusian berlangsung aman, kondusif, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.(Apri)





























