MERANGIN– Malang nasib dua pekerja pertambangan emas tanpa izin (PETI) asal Pulau Jawa yang harus meregang nyawa setelah diduga tertimbun longsor di lokasi tambang emas ilegal di Desa Langling, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin. Peristiwa tersebut terjadi pada 6 Maret 2026, menjelang perayaan Idul Fitri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kedua korban diketahui merupakan perantau dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang bekerja sebagai penambang di lokasi tersebut.
Keduanya diduga tertimbun material longsor di lubang tambang yang cukup dalam saat aktivitas penambangan berlangsung.
Sejumlah warga menyebutkan, kedua korban diduga merupakan pekerja dari seorang pengelola tambang berinisial Nyomo. Namun, setelah kejadian tersebut, keberadaan yang bersangkutan dikabarkan tidak diketahui.
“Dua orang yang meninggal itu memang bekerja di lokasi tambang tersebut. Informasinya mereka pekerja dari Nyomo, tapi setelah kejadian itu yang bersangkutan tidak terlihat lagi,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga juga menyebutkan bahwa jenazah kedua korban dievakuasi dari lokasi tambang di Desa Langling menuju Desa Sidolego, Kecamatan Tabir Lintas menggunakan kendaraan truk yang dikemudikan oleh seorang sopir bernama Budi. Setelah itu, jenazah dimandikan sebelum dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
“Jenazah dibawa dari lokasi tambang menggunakan truk, kemudian dimandikan di Desa Sidolego. Setelah itu dipulangkan ke Jawa menggunakan dua unit ambulans,” kata warga.
Selain itu, beredar pula informasi di tengah masyarakat mengenai dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam aktivitas penambangan tersebut, termasuk kepemilikan alat berat yang disebut-sebut digunakan di lokasi tambang. Namun informasi tersebut masih berupa keterangan dari warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Peristiwa ini kembali menambah daftar kecelakaan kerja yang terjadi di lokasi PETI di wilayah Kabupaten Merangin. Aktivitas tambang emas ilegal yang masih marak dikhawatirkan terus menimbulkan risiko bagi para pekerja maupun lingkungan sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik dari aparat penegak hukum maupun pihak yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas tambang tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan informasi yang berimbang terkait peristiwa yang menewaskan dua pekerja tambang tersebut. (Ady Lubis)





























