MERANGIN – Pemerintah Kabupaten Merangin bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Muara Bungo melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus pengujian keamanan pangan terhadap jajanan berbuka puasa di Pasar Bedug Bangko, Rabu (11/3). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan takjil yang beredar aman dikonsumsi masyarakat selama Ramadan.
Sidak tersebut melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda, Satpol PP, Polres Merangin, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Merangin M. Syukur diwakili oleh Plt Asisten II Setda Merangin, Siahaan, yang turut mendampingi Kepala BPOM Muara Bungo, Pernanda Sapryanoki, saat melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Tim mengambil sebanyak 22 sampel makanan yang banyak diminati masyarakat, seperti gorengan, es cendol, serta berbagai jenis kudapan berbahan mie. Seluruh sampel kemudian diuji menggunakan fasilitas laboratorium keliling milik BPOM yang berada di lokasi kegiatan.

Kepala BPOM Muara Bungo, Pernanda Sapryanoki, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan dengan metode rapid test guna mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam produk pangan.
“Kami melakukan pengambilan sekitar 22 sampel takjil yang kemudian diuji menggunakan rapid test untuk mendeteksi kandungan boraks, formalin, serta pewarna tekstil seperti Rhodamin B dan Methanyl Yellow,” ujar Pernanda.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pengujian cepat yang dilakukan di lokasi, seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif dari bahan-bahan berbahaya tersebut.
Meski demikian, Pernanda tetap mengimbau agar pengawasan pangan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, hasil pengujian ini menjadi indikasi bahwa takjil yang dijual di kawasan Pasar Bedug Bangko pada umumnya aman dan layak dikonsumsi.
Sementara itu, Plt Asisten II Setda Merangin, Siahaan, menyampaikan apresiasi kepada BPOM Muara Bungo atas pelaksanaan pengawasan pangan yang dilakukan secara langsung di lapangan.
“Kami mewakili Bupati Merangin mengucapkan terima kasih kepada BPOM. Keterlibatan berbagai instansi hari ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat tetap aman,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap pangan selama Ramadan tidak hanya dilakukan di Pasar Bedug, namun akan terus dilakukan secara berkala di sejumlah lokasi lainnya.
“Dengan hasil pengujian yang ada saat ini, kondisi dinyatakan aman. Namun pengawasan akan tetap kami lakukan secara intensif bersama BPOM hingga menjelang Idul Fitri,” tutupnya. (Ady Lubis)





























