Lampung Utara – Dana anggaran Bantuan Operasional Sekolah ( BOS) di sekolah dasar negeri (SDN) Tanjung Harta, kecamatan Abung barat kabupaten Lampung Utara, mulai dari tahun 2021 sampai tahun 2025 terkesan belum jelas realisasi peruntukannya. Jum’at (31/11/2025).
Pasalnya, hasil investigasi tim media ini di lapangan. Selain terlihat bangunan di sekolah itu kurang terawat sehingga materila bangunan satu persatu mulai rusak, bahkan terdapat bangunan kelas selain kurang layak di gunakan, juga terdapat bangunan sekolah itu sudah mengalami ambruk.
Selain bangunan yang berbahaya untuk keselamatan murid di sekolah. Juga terdapat aset sekolah mulai dari kondisi perpustakaan yang minim bahan bacaan. Peralatan lainya seperti komputer atau leptop sekolah SDN Tanjung Harta tidak nampak di sekolah itu.
Diketahui SDN Tanjung Harta pada massa itu sampai awal tahun 2025, di pimpin oleh Mardiana dan dirinya telah pensiun belum lama itu. Dengan kondisi sekolah yang miris tersebut, kepala sekolah yang di maksud belum terkonfirmasi.
Sementara, terkonfirmasi pada Suheti bendahara BOS di sekolah SDN itu. Ia menyebut, terahir jumlah dana BOS yang di cairkan berkisaran 32 juta kurang lebih. Juga terdapat dana tambahan berupa dana bantuan oprasional sekolah kinerja (Boskin) dengan nominal 20 juta lebih yang juga masih di kelola Mardiana meski dirinya sudah pensiun.
” Setiap dana cair, itu masuk ke rekening sekolah lalu saya ambil dari rekening giro bersama ibu kepala sekolah. Kemudian uang itu saya serahkan ke dia (Mardiana) yang ngelolanya. Tapi selanjutnya saya tidak tahu kemana saja realisasi uang itu, hanya yang saya tahu untuk membayar gaji guru honor dan ngecet tembok” terang Suherti pada Rabu 22 Oktober kemarin.
Mengenai aset, Erliyanti selaku bendahara barang, saat dalam konfirmasi. Dirinya tidak dapat menyebutkan secara rinci barang-barang apa saja milik sekolah meski beberapa lainnya, masih di tangan kepala sekolah yang lama yan telah pensiun.
Kini, SDN Tanjung Harta sudah di pimpin oleh Elza, sebagai kepala sekolah yang baru, kedati demikian, dia belum secara definitif menjadi kepala sekolah di sekolahan itu.
Mengenai bangunan sekolah, terpantau murid sekolah di SDN Tanjung Harta, kesehariannya ada beberapa kelas yang mengalami bocor pada bagian atap bahkan nyaris runtuh dan membahayakan murid di sekolah tersebut. (Anzori-tim)





























