Lampung Barat-Pembangunan sumur bor di pekon kubu perahu, kecamatan balik bukit, kabupaten lampung Barat ( Lambar) diduga tidak berpungsi semenjak di bangun tahun 2023 lalu. Selasa, (5/3/2024).
Menurut masyarakat setempat yang minta identitasnya untuk di anonimitaskan mengatakan, semenjak dibangun sumur bor yang beralokasi dari dana tambahan dana desa ( Kemenkeu Ri) tahun 2023 tidak berpungsi sebagai mana mestinya dan bahkan tidak mengalir sama sekali.
” Dari awal dibuat, tidak pernah mengalir ko kurang lebih bulan sebilan tahun 2023 waktu masyarakat terdampak elnino dan kekurangan air bersih beberapa waktu lalu, ” Ungkapnya, kepada harian gerbang sumatera dan tim di kediamannya.
Masih menurut, Dia Anehnya lagi Seharusnya, yang dibuat sumur bor yang ada dilapangan yakni sumur manual Kita bisa lihat sama sama jika itu bukan sumur bor melainkan sumur manual terlebih lagi yang diperparah dengan tidak ada pungsinya dari sumur tersebut.
” Setau saya sumurnya tidak ada airnya, bahkan sumur yang ada airnya yang dibelakang rumah warga memang sudah ada semenjak kalian belum lahir dan hanya saja salah satu sumur hanya diperbaiki saja dan tanpa pembuatan yang baru, nah itu yang ada airnya yang lainnya tanya saja sama peratinnya, ” Jelasnya.
Selain itu dia juga berharap, agar kiranya pembangunan yang ada di pekon kubu perahu bisa maksimal terlebih pada pembuatan sumur bor yang sudah di anggarkan oleh pihak pemerintah pusat melalui DD pekon tersebut.
” Kepada pihak pengawas dalam hal ini inspektorat coba cek ke lokasi, Terkait kebenaran informasi ini. Supaya dana yang di gelontorkan tidak sia sia, ” Pungkasnya.
Sementara peratin kubu perahu, Kusnadi saat di konfirmasi membenarkan jika pembuatan sumur bor tersebut di buat dengan cara sumur manual di karnakan sudah banyak pemborong yang dihubungi tapi tidak sanggup untuk mengerjakan kegiatan tersebut di karnakan banyaknya batu di dasar tanah.
” Jadi masyarakat berinisiatif mengunakan sumur manual, mengingat sumur bor tidak efektif karna sudah pernah di coba tidak dapat air dan setiap pembuatan selalu berpindah pindah karna tidak dapat air. Selain itu juga terkendala dengan hibah tanah dari masyarakat, yang sulit.
Seperti contohnya buat sumur digali satu ada yang tidak dapat air, dan pindah lagi terus pas pindah ada sampah jadi banyak yang kita gali. Tapi udah selesai, “Sangakal, orang nomor satu di pekon tersebut, di balai pekon setempat.
Masih menurut dia, adapun jumlah angaran yang digelontorkan untuk pembuatan empat sumur yang tersebar di empat pemangku yang ada di pekon tersebut yakni sebesar Rp. 136 juta rupiah kurang lebih. ” Dari dana tersebut tidak habis dan sisanya masih kita silpakan sebesar Rp 20 juta rupiah kurang lebih di Rekening pekon. Dikarnakan waktunya sudah habis, ” Tandasnya. (Mr.)





























