Tanggamus — Program Pemerintah Pusat dalam membantu Masyarakat kurang mampu Seperti program bantuan beras yang bertujuan untuk membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga prasejahtera dan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia
“pemerintah terus mengoptimalkan bantuan beras tersebut yang di mulai dari tahun 2023 hingga tahun 2024 ini,”Namun ironisnya penyaluran bantuan beras CBP Selama Ini tidak semuanya desa atau Pekon disertai dengan pemberian Dana Operasional penyaluran beras bantuan tersebut
berdasarkan hasil pantau awak media ,dalam penyaluran bantuan beras tersebut disertai dengan OP sebesar Rp 1000. (Seribu Rupiah) persatu Karung Beras isi 10 Kg dan aneh kemana dana operasional tersebut ,Apakah bermasalah di Pekon dan Kelurahan atau di Kecamatan, dan atau Vendor serta Pendamping
saat dikomfirmasi Awak Media, salah satu Aparatur Pekon yang ada di kecamatan Kota Agung pusat menegaskan bahwa yang ia ketahui selama ini memang tidak ada uang operasional dalam penyaluran bantuan beras pemerintah yang setiap KPM mendapatkan 10 Kg itu,ujar Sumber
” dan ketidak jelasan Dana OP itu bukan untuk kali ini saja namun dari tahun sebelumnya juga tidak ada, dan karna itulah makanya kami minta bantuan sama warga yang menerima beras itu untuk memberi bayaran atau sumbangan sekadarnya kepada petugas semacam kami ini, tuturnya
waduh pokoknya pernah saya kerja cuma berdua bongkar muatan beras itu dari mobil truk hampir 500 zak dan Alhamdulillah gak ada yang namanya dana operasional itu. Semenjak itulah kami musyawarah untuk minta tolong kepada para penerima bantuan, sekedar sekadarnya , tegas Aparat pekon.
Sementara Kepala Pekon yang ada di dua Kecamatan menceritakan, bahwa mereka mendapatkan bantuan OP dari penyaluran beras untuk tahun ini, namun dana operasional tersebut jauh lebih kecil dari tahun sebelumnya.
” Untuk kami di dua kecamatan ini selain dapat bantuan beras 10 Kg per KPM dan juga uang OP nya, cuma 1000/zak, kalau dibandingkan tahun kemarin sangat jauh jumlah OP nya,” cerita Kakon.
apa yang disampaikan Kepala Pekon seolah di Amini oleh Camat Kota Agung Timur dan Kasi Kesmas, bahwa untuk sekarang ini OP memang kecil, dulunya 2500 /zak . Kan yang sekarang ini sudah beda lagi vendor nya, dulu langsung ke puskessos sekarang melalui Post, entahlah lebih enaknya langsung Post nyalurkan ke masyarakat gak perlu melibatkan kecamatan,
“Yang ngurus tahun kemarin itu orang talang Padang Pendamping nya, kalo sekarang ini gak tau lagi siapa, ” ungkap camat.
Disisi lain bahwa awak media ini mencoba menyambangi Kantor Bulog Tanggamus yang berada di Pekon Rantau tijang kecamatan pugung guna meminta konfirmasi terkait Dana operasional dalam penyaluran bantuan beras CBP Selama Ini di Kabupaten Tanggamus khususnya.
” Berhubung pimpinan sedang di jakarta maka saya sebagai kepala buruh disini menegaskan bahwa tidak mungkin beras itu sampai di tangan penerimanya kalau tidak ada operasionalnya, tapi berapa operasional itu saya tidak bisa memberikan informasi yang pasti, dan sebagai tambahan bahwa tahun kemarin vendornya adalah PT. Jasa Prima Logistik (JPL). Dan yang sekarang vendornya PT.Post Indonesia.” Tutup Sahrawi.(Wan)





























