Lampung Utara,-Menanggapi polemik terkait rencana Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mengajukan pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), maka saya selaku mantan Ketua Tim transisi Pasangan Hamartoni-Romli Suwardi SH sangat menyayangkan sikap dari salah satu fraksi yang tergabung dalam koalisi Harli yang secara terang-terangan menolak atau meminta pimpinan DPRD agar meninjau ulang pinjaman tersebut. Seharusnya sebagai partai pendukung melakukan kajian secara internal Bersama-sama partai koalisi dan pemerintah daerah agar memastikan bahwa kegunaan dari pinjaman itu dapat dipergunakan secara maksimal untuk kepentingan pembangunan infrastuktur di Lampung utara yang apabila hanya mengandalkan Penghasilan Asli Daerah (PAD) Lampura itu sendiri yang pastikan tidak akan mampu. Sementara seperti kita ketahui sebagian besar infrastruktur jalan yang ada di lampura ini rusak berat,”ujar Suwardi Minggu (15/5/2026)
Lanjut Suwardi Yang lebih disayangkan lagi dengan adanya sikap fraksi tersebut yang terlanjur disebarluaskan melalui media massa ini memicu kegaduhan di media sosial. Sehingga muncul di FB ada himbauan untuk melakukan unjuk rasa pada 21 mei 2026 dengan titik kumpul kantor DPRD Lampura guna menolak rencana pemerintah melakukan pinjaman tersebut. Ini secara tidak langsung pernyataan tersebut telah dimanfaatkan oleh oknum oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memancing di air keruh dan men downgrade pemerintahan Hamartoni-Romli,”tegas Suwardi.
Jelas Suwardi Lagi Pinjaman sebesar Rp 150 Miliar sebenarnya juga belum cukup untuk memperbaiki seluruh infrastruktur jalan yang rusak tersebut, apalagi kalau tidak ada pinjaman, tentu hanya beberapa titik yang dapat diperbaiki, sementara masyarakat sangat mengharapkan terjadinya perbaikan jalan yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian.
Hubungan jalan yang bagus dengan perekonomian suatu daerah sangat erat karena infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Jalan yang baik mempermudah mobilitas manusia, barang, dan jasa sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih efektif dan efisien,”ungkapnya Suwardi.
Kalau kita cermati ada beberapa hubungan penting antara jalan yang bagus dengan perekonomian daerah:
Memperlancar Distribusi Barang dan Jasa
Jalan yang baik mempercepat pengiriman hasil pertanian, perdagangan, maupun industri ke pasar. Biaya transportasi menjadi lebih murah sehingga harga barang lebih stabil dan keuntungan pelaku usaha meningkat.
Meningkatkan Investasi Investor cenderung memilih daerah yang memiliki akses jalan memadai karena memudahkan operasional usaha. Infrastruktur jalan yang baik menciptakan iklim investasi yang lebih menarik.
Mendorong Pertumbuhan UMKM Pelaku usaha kecil lebih mudah menjangkau konsumen dan memperoleh bahan baku. Hal ini membantu peningkatan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru.
Meningkatkan Akses Pariwisata Daerah wisata yang didukung jalan bagus lebih mudah dikunjungi wisatawan. Akibatnya, sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan ekonomi kreatif ikut berkembang.
Mengurangi Kesenjangan Antarwilayah
Jalan yang baik menghubungkan daerah terpencil dengan pusat ekonomi sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh akses pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.
Meningkatkan Nilai Tanah dan Properti
Kawasan yang memiliki akses jalan bagus biasanya mengalami kenaikan nilai tanah dan perkembangan pembangunan yang lebih cepat.
Menciptakan Efisiensi Waktu dan Biaya
Kondisi jalan yang baik mengurangi kerusakan kendaraan, kemacetan, dan waktu tempuh sehingga produktivitas masyarakat meningkat.
Secara umum, semakin baik kualitas jalan di suatu daerah, maka semakin besar peluang pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Karena itu, pembangunan infrastruktur jalan sering dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan daerah dan masyarakat.
Jadi, dengan adanya pinjaman yang akan dipergunakan untuk pembangunan justru akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Lampura, jadi sudah selayaknya DPRD memberikan dukungan pernuh terhadap program yang dilakukan oleh pemerintah daerah Lampura,”pungkas Suwardi.(Red)





























