Lampung Utara– Warga Lingkungan Lima, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, digegerkan dengan penemuan sosok bayi laki-laki dalam semak-semak di bawah rumpun bambu, dalam kondisi terbungkus sejumlah kain dan plastik ukuran besar warna hitam.
Penemuan Bayi malang dan tak berdosa tersebut tepatnya berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Lebung Curup, Minggu (4/1) menjelang petang.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Rejosari, Alhoiria, menyampaikan bahwa, penemuan bayi malang tersebut ditemukan di dalam kondisi masih hidup, dengan plasenta yang belum terputus.
Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Fredy (28), seorang pemuda yang tinggal di Perumahan Guru Blok A, Lingkungan V, Rejosari, sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut keterangan saksi mata (Fredy, red), awalnya Ia mendengar suara tangisan bayi dengan nada lirih saat melintas di sekitar TPU untuk mencari makan.
Awalnya, Fredy tidak sedikitpun menaruh kecurigaan, dan kembali menarik laju pegas sepeda motornya, untuk mencari warung makan.
Usai makan, Fredy kembali melintasi jalan yang sama dan kembali mendengar suara tangis bayi, kali ini terdengar semakin keras. Akhirnya Fredy memutuskan untuk memastikan sumber suara bayi tersebut berasal.
Pencarian sumber suara berakhir, saat Fredy menemukan gundukan Plastik hitam dibawah rumpun bambu jalan setempat. Karena Rasa penasaran yang begitu kuat, Gredy memutuskan untuk membuka Plastik hitam tersebut.
Dan didalam plastik hitam itupun Fredy melihat dan mendengar jerit tangis suara Bayi, dibalik kain hitam putih yang membungkus tubuh lemah bayi laki-laki tanpa dosa itu.
“Awalnya, Fredy melintas di TKP, mendengar suara lirih bayi laki-laki. Namun, tidak begitu dihiraukannya. Tak berselang lama, usai makan, Fredy kembali melewati jalan itu, sesampainya di TKP, suara bayi semakin keras. Setelah dicari sumber suaranya, Bayi malang itu, ditemukan di bawah rumpun bambu, terbungkus dengan plastik warna hitam.” Jelas Alhoiria.
Terkejut dengan temuan itu, lanjut Lurah, Fredy segera menghubungi keluarga dan warga setempat. Bayi yang diduga baru saja dilahirkan tersebut kemudian langsung dibawa ke kediaman Fredy (Saksi mata,red), yaitu di perumahan Guru Blok A, Lingkungan V, kelurahan setempat.
“Alhamdulillah, Bayi malang itu selamat, dan kondisinya saat ini sudah berangsur membaik. Bayi malang itu, sempat di bawa Fredy ke rumahnya. Keluarga Fredy memutuskan untuk merawat Bayi itu di kediaman neneknya yang berada di SKB, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan.” Pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak Lampung Utara, Yuyun Indriastuti, bersama staf telah melakukan pendampingan dan kunjungan langsung ke kediaman keluarga Fredy untuk memastikan kondisi bayi.
“Saat ini, UPTD PPA Lampung Utara telah melakukan pendampingan terhadap bayi laki-laki itu. Guna memastikan, Bayi itu mendapat perawatan baik dan tepat.” Katanya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penemuan bayi malang tersebut. (ferdanie)





































