Merangin – Pembangunan sumur bor yang diduga merupakan proyek siluman terpantau mangkrak di Desa Tanjung Ilir, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Berdasarkan hasil investigasi media ini di lapangan pada Sabtu, 3 Januari 2026, ditemukan adanya aktivitas pembangunan sumur bor di kawasan persawahan desa setempat yang hingga kini belum tuntas.
Dari pantauan di lokasi, pembangunan sumur bor tersebut diduga mulai dikerjakan pada akhir tahun 2025 dan dikelola oleh kelompok tani setempat. Namun hingga awal tahun 2026, progres pekerjaan terlihat tidak maksimal dan terkesan ditinggalkan. Di lokasi hanya tampak beberapa tiang listrik dan satu titik sumur bor, tanpa adanya bangunan penunjang lain seperti bak penampungan air maupun sarana pendukung lainnya.
Ironisnya, pada area pembangunan tersebut tidak ditemukan papan informasi proyek, sehingga menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait sumber anggaran dan pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut tidak terbuka terhadap publik.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Tanjung Ilir, Marwan, mengaku tidak mengetahui asal-usul pembangunan sumur bor tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan pembangunan dimaksud.
“Saya tidak tahu itu bangunan dari mana. Yang pasti lokasi tersebut berada di tanah milik saudara Anton, dan Anton itu anak dari Ketua Kelompok Tani setempat yang bernama Amri. Kami dari pemerintah desa tidak dilibatkan dalam pembangunan tersebut,” ujar Marwan kepada media ini.
Sebagai upaya konfirmasi lanjutan dan untuk keberimbangan pemberitaan, media ini telah berulang kali menghubungi Anton melalui sambungan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, panggilan tersebut tidak mendapat respons meski nada sambung berdering.
Tidak hanya itu, media ini juga mendatangi kediaman Ketua Kelompok Tani, Amri, guna meminta klarifikasi terkait pembangunan sumur bor tersebut. Namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Dengan kondisi bangunan yang terkesan terbengkalai, tanpa papan informasi, serta minimnya keterangan resmi, pembangunan sumur bor di Desa Tanjung Ilir ini menimbulkan dugaan kuat sebagai proyek yang tidak transparan.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah pembangunan tersebut bersumber dari dana pribadi, kelompok, atau anggaran pemerintah, yang diduga berasal dari dinas terkait, termasuk Dinas Pertanian.
Media ini masih terus berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut serta menunggu keterangan resmi dari pihak-pihak yang bertalian langsung dengan pembangunan sumur bor tersebut, guna memastikan kejelasan status dan sumber pendanaannya.(David)





































