Lampung Barat,-Tambal Sulam Jalan Di Ruas 24 Sekincau Bukit Kemuning Dilakukan Perseroan terbatas (PT) bumi Lampung Persada (BLP), saat Intensitas Hujan Deras. Selasa, (14/5/2024).
Menurut masyarakat sekitar lokasi pengerjaan tersebut, yang minta indentitasnya untuk di anonimitaskan identitasnya mengatakan, bahwa pengerjaan tambal sulam di saat hujan itu kurang baik mengingat daya rekatnya pasti berkurang.
” Yang pasti kualitasnya kurang baik, terutama dari kualitas aspal itu sendiri, setau saya jika suhunya menurun jelas kualitas kurang baik, terlebih itu jalan lintas kendaran yang melintas kapasitasnya berpariatif mulai yang kendaraan pribadi sampai ke muatan berat bertahan seberapa lama yang jadi pertanyaannya. Lebih lebih saya juga pernah kerja di proyek jika hujan tidak boleh dilakukan pengaspalan itu bertentangan dengan teknis dan SOP, ” Jelasnya.
Sementara Pengawas PU propinsi lampung, Arif mengatakan, jika pengaspalan tambal sulam di wilayah ruas 2.4 sekincau bukit kemuning saat hujan turun merupakan hal yang wajar karna paktor cuaca.
” Mereka saat ujan itu, hanya menghabiskan stok aspal yang sudah di tuang ke theler aja dan tidak melanjutkan saat hujan. Aspal yang sisa juga sudah di gali lagi dan di taroh ke pelataran warga setempat yang membutuhkan,” Ungkapnya kepada awak media saat di konfirmasi via telpon selulernya.
Dilain sisi, Pelaksanaan PT. Bumi Lampung Persada mengatan bahwa apapun alasannya hal tersebut tidak di perbolehkan dan harus di tunda menunggu hujan reda dan lokasi harus kering juga harus di kompresor terlebih dahulu.
” Ya itu ga boleh. Langsung di tegor aja, nanti saya telpon orang yang disananya, ” Pungkasnya, seranya menutup telpon.
Seperti diketahui berdasarkan pantauan media di lapangan, pengaspalan tambal sulam tersebut di lakukan mulai dari sekincau hingga ke padang tambak dan terpantau hujan turun dari pukul 13:15WIB hingga malam dan saat pengerjaan tambal sulam tersebut masih dalam keadaan hujan deras yang mengguyur wilayah setempat dan sekitarnya.
Hal tersebut nampak jelas terlihat, pekerjaan yang yang diketahui di kerjakan oleh Perseroan terbatas Bumi Lampung Persada (PT.BLP) yang sudah mulai dikerjakan kurang lebih sejauh 3-4 kilo meter dan baru dihentikan setelah media di ketahui pihak pekerja telah memantau pekerjaan tersebut di pekon padang tambak. ( Eko)





































